Rabu, 24 Juni 2015

Tips Cara Merawat Kabel Gas Motor Honda Supra


Tips Merawat Kabel Gas Motor Honda Supra
Perawatan rutin kabel gas motor
Otosia.com - Kabel gas yang terkena hujan, lumpur dan debu bisa membuat kabel gas jadi lebih seret. Kalau kabel gas seret, otomatis tenaga yang dibutuhkan untuk memutar grip gas saat berkendara akan lebih besar dan bisa bikin pegal. Oleh karena itu kabel gas motor sebaiknya diberikan perawatan yang cukup.
Kabel gas motor Honda Supra ini memiliki bandul kecil yang berfungsi sebagai pengait kabel tersebut ke botol skep. Tipe kabel gas seperti ini juga digunakan pada beberapa motor lain seperti Suzuki Shogun 125, Suzuki Smash, Honda GL-Pro, Honda Megapro dan Yamaha Rx-King.
Untuk membersihkan kabel gas tipe ini pertama-tama siapkan terlebih dahulu plastik dan bensin atau oli. Lalu lepaskan kabel gas yang menempel pada karburator. Setelah itu, masukkan oli atau bensin tadi ke dalam plastik.
Tekan plastik untuk memasukkan pelumas dalam selubung kabel
Jika sudah, mulai masukkan udara kedalam plastik, bisa menggunakan kompresor atau tiupkan udara secara manual. Kemudian masukkan ujung kabel gas ke dalam plastik dan ikat kuat-kuat. Terakhir, tekan plastik tersebut hingga pelumas atau bensin tadi bisa masuk ke dalam selubung kabel gas.
sumber : otosia.com

Kalau Ninja RR Tidak Lolos Euro3, Kawasaki Menyerah


Kalau Ninja RR Tidak Lolos Euro3, Kawasaki Menyerah
Jakarta -Kawasaki Ninja RR atau Ninja Series 2 tak pernah menjadi raja jalanan di Indonesia. Tapi dengan rencana pemerintah yang memaksa produsen untuk menjadikan setiap motor memiliki standar emisi Euro3, motor ini pasti terkena dampaknya.

Karena diprediksi Kawasaki bakal kesulitan untuk Ninja RR (2 tak) untuk bisa masuk dalam standar Euro3.

"Kita lagi daftarkan Ninja RR (untuk dapat Euri3)," tegas Deputy Department Head Sales & Promotion Department Marketing & Sales Division PT KMI Michael Chandra Tanadhi, di Jakarta.

Wah, bakal mengubah spesifikasi Ninja RR dong, Kawasaki? "Kita wait and see, kan di bulan Juli waktunya. Kalau masalah biaya produksi Kawasaki tidak masalah, tapi kalau tidak lolos ya kita menyerah," tambah Michael.

Meski demikian, Michael masih optimistis Kawasaki Ninja RR akan masuk dalam standar Euro3 di Indonesia. "Tapi kan setahu saya untuk tipe kompetisi masih ada yang menggunakan motor 2 tak. Jadi bakal mudah-mudahan aja bisa masuk dalam standar Euro3," ujarnya.

sumber : detik com